Apa sih Bedanya Rapid Tes Antibodi, Rapid Tes Antigen, dan Swab PCR?

Sebelumnya, diketahui banyak masyarakat bahwa ada dua tes yang bisa dilakukan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak, rapid tes antibody dan swab tes PCR.

Lalu ada satu tes lagi yaitu rapid tes antigen yang bisa juga digunakan untuk melacak COVID-19. Lalu, apa perbedaan antara rapid tes antibodi, rapid tes antigen, dan swab PCR?

Berikut penjelasan perbedaan rapid tes antibodi, rapid tes antigen, dan swab PCR untuk mendeteksi virus corona penyebab COVID-19, yang perlu Anda ketahui, seperti dikutip dari Kemkes.go.id, Selasa (22/12/2020).

Baca juga:

Syarat untuk Disuntik Vaksin COVID-19

Rapid tes antibodi

Rapid tes antibodi adalah tes diagnostik cepat COVID-19 yang dijalankan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi COVID-19, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian.

Tes ini tidak menunjukkan apakah seseorang saat ini sedang terinfeksi karena tingkat akurasi yang lumayan rendah, jadi tidak dapat mendeteksi keberadaan COVID-19 di dalam tubuh. Namun, ini adalah cara yang baik untuk melacak penyebaran COVID-19 melalui suatu populasi dan juga membutuhkan waktu yang singkat setiap pemeriksaan, sekitar 15 menit.

Rapid Tes Antigen

Tes yang kedua dalah rapid tes antigen. Tes ini mirip dengan antibodi karena mengeluarkan hasil yang cepat, bedanya adalah tes ini bisa mendeteksi keberadaan antigen COVID-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

Itu sebabnya rapid tes antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya.

Tingkat akurasi Rapid tes antigen cukup tinggi (92 persen tingkat sensitivitas). Akan tetapi, pemeriksaan rapid tes antigen dinilai belum seakurat swab PCR untuk mendiagnosis COVID-19.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, pemeriksaan rapid tes antigen perlu dilakukan paling lambat lima hari setelah munculnya gejala COVID-19.

Baca juga:

Vaksin COVID-19 Bukan Berarti Langsung Kebal

Swab PCR

Tes PCR adalah jenis pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk COVID-19 (SARS-CoV-2). Tes ini merupakan rekomendasi yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tes ini digunakan untuk mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan. Sampelnya yang dikumpulkan ini diambil melalui teknik usap hidung atau tenggorokan.

Tingkat akurasi tes PCR cukup tinggi (99 persen tingkat sensitivitas), tetapi pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama hingga hasilnya keluar, yaitu sekitar 1–3 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *