Aturan Dalam Berkendara Saat PSBB Ketat

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat kembali diberlakukan selama dua pekan ke depan, terhitung pada 11 sampai dengan 25 Januari 2021.

Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 19/2021 dan Peraturan Gubernur No. 3/2021 tidak hanya membatasi penggunaan transportasi umum, tetapi juga kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.

Selama masa kebijakan tersebut, pengendara mobil dan sepeda motor pribadi diwajibkan mengikuti sejumlah ketentuan seperti berikut:

  1. Digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB
  2. Melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan
  3. Menggunakan masker di dalam kendaraan
  4. Membatasi jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan
  5. Tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Baca juga:

Vaksin COVID-19 Bukan Berarti Langsung Kebal

Ada juga peraturan berkendara untuk pengendara sepeda motor, yaitu:

  1. Digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB
  2. Melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan,
  3. Menggunakan masker dan sarung tangan
  4. Tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Kembalinya PSBB ketat dikarenakan kenaikan kasus COVID-19 di Jakarta yang dalam beberapa waktu terakhir cenderung mengkhawatirkan.

“Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini, yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif Covid-19 dan belum dinyatakan sembuh, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri,” ujar Anies.

Terbukti bahwa saat PSBB si bulan September lalu, Pemprov mencatat penurunan kasus aktif secara signifikan dari lonjakan kasus kasus akibat libur panjang Tahun Baru Islam pertengahan Agustus 2020.

Setelah rem darurat ditarik, dampak kasus aktif menurun pesat. Anies mengklaim penurunan saat itu bahkan kembali ke titik awal sebelum kenaikan atau turun 50 persen. “Artinya, pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif menurunkan kasus aktif,” tuturnya

Baca juga:

Syarat untuk Disuntik Vaksin COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *