Bagaimana Cara Memelihara Hewan Saat Pandemi COVID-19?

Belakangan ini ada informasi bahwa hewan peliharaa, terutama kucing, bisa terinfeksi virus corona jenis atau mutasi baru, sama seperti manusia. Dokter hewan Woody Walker yang dikutip dari Los Angeles Times mengatakan bahwa pemilik hewan peliharaan tak perlu bereaksi berlebihan karena akan memengaruhi perilaku hewan. “Respons panik sekarang karena ini COVID-19. Pemilik juga harus mempraktikkan kebersihan yang sama di sekitar hewan,” kata Walker.

Ia juga mengatakan virus Corona sebetulnya bukan hal baru bagi manusia atau hewan, mengingat jenis virus Corona sebelumnya telah diidentifikasi pada hewan peliharaan, ternak dan bahkan paus dan lumba-lumba. Hanya saja untuk jenis virus Corona jenis baru, COVID-19 atau SARS-CoV-2 memang masih belum diketahui informasi jelasnya.

Oleh karena itu Beliau menyarankan untuk menjaga kebersihan yang sama di sekitar hewan peliharaan. Ada baiknya juga untuk memahami bahwa virus tidak akan menempel pada bulu seperti permukaan yang keras dan licin. “Cuci tanganmu setelah bermain dengan kucing atau anjingmu,” kata Walker. “Arahkan kucing/anjing Anda sejauh 6 kaki dari orang-orang. Lalu, untuk sementara, batasi kontak mereka dengan orang lain. Hal semacam itu akan banyak membantu,” ujarnya melanjutkan.

Baca juga:

Hal yang Harus di Perhatikan Saat Adopsi Hewan

Kepala dokter hewan Pasadena Humane Society Matthew Toscano mengatakan hewan peliharaan paling aman bila berada di rumah. Ia juga mendesak pemilik hewan peliharaan untuk tidak menyerahkan kucing atau anjing mereka kepada orang lain kecuali mendesak. “Meskipun tampaknya kucing bisa mendapatkan virus, itu tidak sama dengan mereka yang memberikannya kepada manusia,” katanya. “Manusia adalah risiko utama bagi manusia lain. Namun, pada akhirnya, masih banyak penelitian yang harus dilakukan,” lanjut Toscano.

Sebelumnya tim Peneliti di Harbin Veterinary Research Institute, China, yang dilansir dari Nature memaparkan bahwa hewan peliharan seperti kucing, dapat terinfeksi virus Corona (COVID-19), serta bisa menyebarkannya ke hewan yang lain. Peneliti juga menjelaskan bahwa binatang peliharaan lain seperti anjing, bebek, dan babi lebih kebal terhadap virus ini, serta punya potensi terinfeksi yang lebih kecil daripada kucing. Meskipun demikian, para pemilik hewan diharapkan untuk tidak panik. Karena, data tersebut merujuk pada eksperimen di laboratorium dengan pemberian SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19) kepada sejumlah kecil hewan, dan menurut virolog dari Ohio State University Linda Saif, “hal itu tidak merepresentasikan interaksi manusia dan peliharaannya pada keadaan sesungguhnya di luar.”

asuransi hewan - blog jagain.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *