Beberapa Pelonggaran Aturan saat Perpanjangan PSBB

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta kembali diperpanjang. PSBB yang tadinya sampai 25 Januari berlanjut hingga 8 Februari mendatang. Perpanjangan itu diputuskan melalu Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2021. 

Dalam Kepgub tersebut tertulis 10 jenis pembatasan aktivitas luar rumah selama PSBB berlangsung. Dua di antaranya mengalami perubahan, menjadi lebih longgar, dibanding dengan ketentuan sebelumnya. 

Namun, ada dua pembatasan yang mendapat pelonggaran yaitu: 

Baca juga:

Menjaga Kondisi Motor saat PSBB
  1. Kegiatan restoran. 

    Kegiatan restoran yang masuk dalam kategori ini adalah warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima atau lapak jajanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara.

    Berdasarkan aturan baru, restoran diperbolehkan melayani tamu makan di tempat hingga pukul 20.00 WIB tetapi dibatasi hanya 25% dari kapasitas tempat layanan.

    Pembelian makanan melalui pesan antar atau dibawa pulang diizinkan beroperasi sesuai dengan jam operasional restoran. 
  1. Kegiatan pusat perbelanjaan atau mal 

    Dalam aturan PSBB yang baru, jam operasional pusat perbelanjaan atau mal dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB. Dibandingkan dengan aturan sebelumnya, ketentuan yang baru ini lebih lama satu jam.

Baca juga:

Aturan Dalam Berkendara Saat PSBB Ketat

Pembatasan kegiatan yang masih sama

Delapan pembatasan kegiatan lainnya masih sama dengan aturan sebelumnya, yaitu: 

  1. Kegiatan tempat kerja atau perkantoran

    Kegiatan di tempat kerja atau perkantoran, baik milik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah, masih sama, 75 persen karyawan atau pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sebanyak 25 persen lainnya boleh bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
  1. Kegiatan di sektor esensial

    Untuk sektor esensial tidak ada pembatasan. Sektor esensial terdeiri dari sektor energi, komunikasi dan informasi teknologi, keuangan, logistik, perhotelan, industri, pelayanan dasar, utilitas publik dan objek vital nasional. Yang juga masuk sektor esensial adalah tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti pasar, toko swalayan, minimarket, toko kelontong dan lain-lain.
  1. Kegiatan konstruksi

    Kegiatan di tempat konstruksi bisa berjalan seratus persen seperti tertuang dalam Pasal 15 dan 16 Pergub Nomor 3 Tahun 2021.
  1. Kegiatan belajar mengajar

    Semua kegiatan sekola ditiadakan, Pemprov DKI masih membatasi belajar dari rumah dan dilakukan secara dalam jaringan (daring).

Baca juga:

Berbagai Macam Merk Vaksin COVID-19 di Indonesia
  1. Kegiatan peribadatan

    Kegiatan peribadatan di seluruh tempat ibadah di Jakarta harus menerapkan batasan 50 persen dari 100 persen kapasitas tempat ibadah.
  1. Kegiatan di fasilitas pelayanan kesehatan

    Kegiatan di fasilitas kesehatan tidak ada pembatasan, kegiatan di tempat ini tetap beroperasi 100 persen.
  1. Kegiatan pada area publik dan tempat lain yang dapat menimbulkan kerumunan masa tak diperbolehkan. Aturan tertuang dalam Pasal 33 dan 34 Pergub 3 Tahun 2021.
  1. Kegiatan pada moda transportasi

    Angkutan umum massal, taksi baik konvensional maupun online dan kendaraan rental wajib menerapkan maksimal mengangkut penumpang 50 persen dari kapasitas.

    Untuk ojek online dan pangkalan boleh mengangkut penumpang 100 persen dari kapasitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *