Beberapa Penyakit yang Bisa Diketahui dengan Cek Darah

Blog Jagain – Cek darah dilaksanakan dengan mengambil sampel darah lewat jari atau pembuluh darah di komponen tubuh tertentu, seperti lengan. Cek darah lazimnya dilaksanakan untuk mendeteksi penyakit, mengenal fungsi organ, mendeteksi eksistensi racun dan zat membahayakan, dan memeriksa keadaan kesehatan secara menyeluruh. Sesudah sampel diambil, darah dimasukkan ke dalam botol kecil khusus untuk diuji di lab.

Cek darah lazimnya mengaplikasikan teknik venipunktur, adalah mengaplikasikan jarum kecil untuk mengambil sampel darah lewat pembuluh vena. Umumnya, lengan perlu dibalut dengan pengikat lengan (tourniquet) untuk mempermudah progres pengambilan darah. Sesudah itu, petugas medis akan mencari letak pembuluh vena dan membersihkannya dengan alkohol sebelum darah diambil dengan jarum. Bekas tikaman nantinya ditutup dengan kapas dan plester.

Kerja pengambilan darah lazimnya cuma memakan waktu sekitar 5 – 10 menit atau lebih kencang apabila pembuluh vena gampang ditemukan. Langsung, penyakit apa saja yang dapat dideteksi lewat cek darah? Simak penjelasan berikut ini.

7 Penyakit Ini Bisa di Ketahui Dengan Cek Darah

Menginfokannya dari National Heart, Lung and Blood Institute, berikut sebagian variasi penyakit yang dapat dideteksi lewat percobaan darah, adalah:

Penyakit Kardiovaskular

Tingginya kadar kolesterol acap kali menjadi pemicu utama penyakit kardiovaskular. Nah, pemeriksaan darah bisa dilaksanakan untuk mencari tahu kadar kolesterol di dalam tubuh. Sekiranya percobaan menunjukan kadar kolesterol tinggi dalam darah, tandanya seseorang berisiko tinggi mengalami penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke.

Penyakit Paru-Paru

Analisa gas darah seringkali dilaksanakan untuk mendeteksi gangguan keseimbangan asam basa tubuh, fungsi paru dan reaksi terapi oksigen pada paru-paru. Via analitik gas darah, dokter bisa menilai tingkat keasaman (pH) darah dan kadar gas dalam darah (seperti oksigen dan karbondioksida).

Penyakit yang dapat teridentifikasi lewat ketimpangan pH lazimnya merupakan penyakit yang memengaruhi paru-paru, seperti pneumonia dan penyakit paru obstruktif kronis. Tapi, analitik gas darah juga acap kali dilaksanakan untuk mendeteksi penyakit diabetes dan gangguan ginjal.

Diabetes

Pemeriksaan darah juga bisa dilaksanakan untuk mengevaluasi kadar glukosa darah (glukosa). Sama seperti percobaan kolesterol, percobaan glukosa dapat dilaksanakan di fasilitas kesehatan atau di rumah dengan alat khusu. Jikalau hasil percobaan darah menunjukan kadar glukosa yang tinggi, artinya seseorang berpeluang mengidap diabetes.

Penyakit Pembekuan Darah

Percobaan koagulasi merupakan variasi percobaan darah untuk mendeteksi penyakit pembekuan darah, seperti von Willebrand dan hemofilia. Percobaan ini dilaksanakan untuk menilai kecepatan darah menggumpal.

Gangguan Elektrolit

Elektrolit, seperti sodium, potasium dan klorida merupakan mineral yang ditemukan dalam tubuh. Mineral ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, sehingga organ dan jaringan tubuh bisa berfungsi dengan bagus. Dikala kadarnya terganggu, karenanya seseorang berisiko mengalami dehidrasi atau keadaan yang lebih serius seperti, diabetes, gagal ginjal, penyakit hati, dan gangguan jantung.

Nah, percobaan darah juga dapat dilaksanakan untuk mendeteksi gangguan elektrolit. Umumnya, keadaan sulit elektrolit ini rentan dialami oleh orang yang sedang menjalani pengobatan.

Penyakit Autoimun

Percobaan protein C-reaktif (CRP) merupakan variasi percobaan darah yang acap kali dilaksanakan untuk mendeteksi adanya penyakit autoimun. Protein C-reaktif merupakan zat diproduksi oleh hati. Percobaan protein variasi ini dilaksanakan untuk mengenal adanya peradangan seperti lupus dan artritis reumatoid.

Peradangan Tubuh

Percobaan sedimentasi eritrosit atau disebut juga laju endap darah merupakan percobaan darah untuk mengenal tingkat keparahan peradangan dalam tubuh. Peradangan ini dapat disebabkan oleh infeksi, tumor, atau penyakit autoimun. Kian kencang sel darah mengendap, kian tinggi tingkat peradangan yang terjadi. Via percobaan ini, dokter bisa mendiagnosis penyakit, seperti radang sendi, polymyalgia rheumatica, radang pembuluh darah (vaskulitis), dan penyakit Crohn.

Sumber : Halodoc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *