Beberapa Tips Aman Berkendara Menerobos Banjir

Beberapa Tips Aman Berkendara Menerobos Banjir, Jagain Blog – Menerobos jalan yang banjir betul-betul beresiko untuk kendaraan mobil maupun motor. Selain mogok, yang paling parah merupakan resiko terjadinya ‘water hammer’ atau keadaan air masuk ke dalam ruang bakar mesin.

Keadaan ini bisa menyebabkan kendaraan beroda empat mati mendadak sebab air yang masuk ke dalam ruang bakar memperoleh tekanan air yang betul-betul besar di ruang silinder oleh piston. Hal ini akan mengakibatkan stang piston bengkok, ring piston rusak, dinding silinder lecet, dan yang paling parah merupakan kepala silinder melengkung.

Inilah Tips Aman Berkendara Menerobos Banjir | Jagain Blog

Selain itu, seandainya banjir hingga merendam ruang mesin, permasalahan yang sering kali dijumpai merupakan rusaknya Electronic Control Unit (ECU) yang yakni perangkat secara khusus dan menjadi “otak” dalam kendaraan mobil ataupun motor. Alat ini mempunyai peran yang betul-betul penting, seperti memegang pengapian dan menyuplai bahan bakar ke mesin.

Beberapa Tips Aman Berkendara Menerobos Banjir
(Beberapa Tips Aman Berkendara Menerobos Banjir)

1. Kenali Kendaraan Anda

Kenali dan kuasai kendaraan mobil/motor yang Anda bawa. Hal ini sungguh-sungguh penting untuk mengenal tinggi posisi air intake dan knalpot. Andaikan, mobil tipe city car atau sedan tentu mempunyai posisi air intake dan knalpot yang lebih rendah daripada SUV atau MPV.

Asuransi Kendaraan Bermotor

2. Gunakan Gigi (Perseneling) Rendah

Ketika menerobos banjir, pakai gigi rendah di posisi 1 atau 2 untuk transmisi manual, atau L untuk transmisi otomatis. Kalau itu jalan satu-satunya dan Anda terpaksa semestinya menerobos banjir, jaga RPM atau putaran mesin di angka 2.000rpm dan stabil, serta usahakan supaya gas jangan stop supaya mesin tak mati.

3. Melihat Kondisi Sekitar

Sebelum menerobos banjir, pastikan Anda memantau kondisi sekitar. Lihat dahulu ketinggian air via kendaraan beroda empat yang telah menerobos banjir secara khusus dulu. Bila kendaraan beroda empat di depan Anda yakni Toyota Avanza dan rodanya terendam, berarti ketinggian banjir sekitar 40 centimeter.

Setelahnya, Anda dapat memperbandingkan dengan kendaraan beroda empat Anda. Bila kendaraan beroda empat Anda berjenis city car, karenanya kemungkinan besar air akan masuk ke knalpot dan kabin kendaraan beroda empat Anda.

Batas aman yakni 30 centimeter di bawah filter udara atau air intake, supaya air tak tersedot ke dalam mesin.

4. Waspadai Jalan Berlubang

Disaat menerobos banjir, pengemudi juga sepatutnya mewaspadai adanya lubang pada jalan yang dapat mengakibatkan kendaraan beroda empat lebih ambles. Apabila kendaraan beroda empat mati mendadak dan terjadi water hammer, jangan starter ulang kendaraan sebab pun akan memperparah kerusakan di bagian dalam ruang bakar.

5. Cek Kondisi Rem

Ketika menerobos banjir, tentunya bagian pengereman akan terendam air. Jadi, jangan terkejut bila sesudah menerobos banjir, rem akan jadi sedikit kurang pakem sebab ada lapisan air antara kampas dan cakram.

Solusinya, sesudah Anda kembali menemukan zona kering, kocok pedal rem dengan sistem menekan rem secara terus menerus sampai terasa keras, lalu maju-mundurkan kendaraan beroda empat secara pelan. Cek juga metode elektrikal dan sekring, volume oli mesin, air radiator, busi, saringan udara, serta kompresor AC.

6. Cek Polis Asuransi Kendaraan Anda

Cek Polis Asuransi Kendaraan Anda

Jika kendaraan mobil/motor Anda sudah terendam banjir, STOP! Jangan langsung menyalakan/menstarter kendaraan Anda. Segera foto kendaraan Anda dan hubungi pihak Klaim JAGAIN, jika polis ‘Asuransi Kendaraan Bermotor‘ Kamu sudah tercover perluasan FLOOD yaa.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *