Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Wisata Campervan

Pandemi virus Corona bikin banyak orang tidak bisa berwisata untuk mencegah penularan virus, karena itu, kondisi ini bikin banyak orang menjadi lebih “kreatif” dengan cara berlibur mereka. Contohnya seperti staycation atau dengan menyewa capervan.

Tujuan yang paling populer untuk wisata campervan adalah Bandung, Yogyakarta, dan Bali tapi banyak juga yang mengunjungi kota-kota lain.

Berwisata dengan campervan sangat mirip dengan roadtrip, enaknya dengan campervan kita tidak perlu bingung mencari hotel ckarena campervan ini bisa ditinggali. Turis bisa memilih tidur di dalam atau di luar dengan tenda. Urusan makan dan minum serta mandi juga bisa dilakukan di dalam mobil.

Sebelum berwisata dengan capervan, pikirkan baik-baik dananya karena biaya wisata campervan mungkin “sedikit” lebih mahal dibandingkan wisata biasa yang bisa bermalam di hostel atau hotel.

Di balik uniknya konsep mobil sebagai ruangan dan pesona destinasi yang dijelajahi, berikut beberapa hal yang patut dipahami sebelum naik campervan untuk wisata:

Baca juga:

10 Tempat Instagrammable di Bandung
  1. Gali informasi

    Mampu menyetir jarak jauh bukan satu-satunya syarat untuk bisa memulai wisata campervan. Turis yang belum pernah melakukannya bisa menggali informasi mengenai kegiatan ini dari blogger atau komunitas yang sudah sering melakukannya.
  1. Kemas praktis

    Ruangan dalam campervan tidak begitu besar, sebainya jangan membawa terlalu banyak barang, hanya yang penting saja.
  1. Medan dan cuaca

    Jangan lupa untuk mempelajari tentang medan dan cuaca lokasi yang ingin dikunjungi setelah memahami teknik mengendarai campervan.

    Perhitungkan juga kapasitas bensin serta air bersih dengan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Bekali diri dengan peta digital dan manual serta alat komunikasi tambahan lainnya yang bisa digunakan untuk keadaan darurat.
  1. Siap-siap mandiri

    Saat wisata campervan, segala sesuatu harus dilakukan sendiri, mulai dari memasak hingga membuang kotoran.

    Jika berniat melakukan kegiatan wisata ini bersama keluarga atau teman, mulailah berbagi tugas sehari-hari di sepanjang perjalanan. Jangan lupa berbagi tugas untuk urusan menyetir.
  1. Tenggang rasa

    Sama halnya dengan berbagi tugas, soal tenggang rasa terhadap penumpang lain juga tak boleh dilupakan. Misalnya jika membawa anak kecil, menepilah sejenak untuk bermain jika ia sudah merasa bosan dalam perjalanan.

    Atau juga saat ada teman yang mabuk darat. Jangan paksakan tetap menyetir sehingga kondisi kesehatannya menjadi lebih buruk.

    Keberadaan mobilnya yang berbentuk besar juga mungkin masih terlihat baru di jalanan Indonesia. Oleh sebab itu, jangan egois saat menyetir dan parkir di tempat umum.
asuransi travel annual - blog jagain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *