Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome Pada Bayi Kembar

Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome Pada Bayi Kembar, Info JAGAIN – Hamil buah hati kembar yaitu pengalaman luar lazim yang dialami oleh seorang ibu. Tapi, Anda perlu waspada dengan salah satu komplikasi yang kerap terjadi pada kehamilan kembar, yakni Twin to Twin Transfusion Syndrome atau TTTS. TTTS yaitu yaitu penyakit plasenta (atau sesudah lahir) yang dapat memengaruhi kehamilan kembar identik.

Apa Itu Twin to Twin Transfusion Syndrome ?

Twin-to-twin transfusion syndrome (“TTTS”) ialah sebuah kondisi dimana yang menggambarkan adanya terlalu banyak koneksi darah satu arah, menjadikan ketidakstabilan aliran darah yang tak merata antara sikembar. Satu kembar mungkin mendapatkan terlalu banyak darah dan mengalami penumpukan cairan, yang menempatkan bobot pada hatinya. Janin kembar ini kemudian jadi menekan kembar lainnya pada dinding rahim. Di sisi lain, bayi kembar yang satunya kemudian mendapatkan terlalu sedikit darah, akhirnya dia tak tumbuh dengan bagus.

Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome Pada Bayi Kembar

Bayi yang mendapatkan terlalu banyak darah akan mencoba untuk menyingkirkan kelebihan cairan dalam tubuhnya dengan memproduksi lebih banyak air kencing. Alhasil, dia akan mempunyai terlalu banyak cairan ketuban di sekelilingnya, sementara kembarnya akan mempunyai sedikit atau tak ada sama sekali.

Tapi demikian, beberapa besar bayi kembar yang berbagi plasenta tumbuh normal. Hampir sembilan dari 10 kembar monokorion tak akan mengalami TTTS. Akan namun komplikasi TTTS dapat benar-benar serius apabila tak diobati.

Penyebab Twin to Twin Transfusion Syndrome Pada Bayi Kembar ?

Penyebab pasti TTTS yaitu belum dikenal secara pasti. Tetapi, kelainan selama pembelahan sel telor ibu sesudah dibuahi menyebabkan kelainan plasenta yang walhasil bisa menyebabkan Twin to Twin Transfusion Syndrome.

Perkembangan normal kembar identik (monozigot) diawali dengan pembuahan sel telor ibu (ovum) oleh air mani ayah. Dalam tiga hari pertama sesudah pembuahan, sel telor yang dibuahi (zigot) membelah dua menjadi embrio yang sama persis.

Kedua embrio ini dipelihara oleh plasenta yang terpisah (dikorionik) selama kehamilan, yang walhasil berkembang menjadi dua individu (kembar monozigot) yang mempunyai susunan genetis yang hampir identik.

Sebagian unsur yang mungkin memainkan peran terjadinya TTTS yaitu:

  • Sejauh mana plasenta bisa dibagi secara tak merata oleh bayi dalam kandungan kembar.
  • Variasi dan jumlah pembuluh darah penghubung (anastomoses) dalam plasenta.
  • Perubahan tekanan di dalam rahim ibu (seperti terjadi dengan polyhydramnios atau kontraksi rahim selama persalinan).

Asuransi Kesehatan Terbaik

Diagnosis Twin to Twin Transfusion Syndrome

Seorang dokter mungkin mencurigai Twin to Twin Transfusion Syndrome menurut hasil USG prenatal rutin. Dokter bisa mengonfirmasi diagnosis dengan menjalankan pengujian yang lebih detail untuk mengevaluasi volume cairan ketuban, pengisian kandung kemih dan aliran darah pada kedua bayi dalam kandungan.

Saat ada peningkatan pesat volume cairan ketuban, rongga rahim juga mengembang dengan kecepatan yang lebih pesat, di mana keadaan ini menempatkan ibu dalam risiko persalinan prematur dan pemendekan mulut rahim.

Sebab alasan inilah, panjang mulut rahim dan kesibukan uterus benar-benar penting pada seluruh wanita yang diduga menderita TTTS.

Elemen penting lainnya dalam mempertimbangkan prognosis TTTS ialah kondisi disfungsi kardiovaskular pada bayi dalam kandungan. Inilah sebabnya kenapa diagnosis TTTS akan meliputi pemeriksaan rinci pada kedua jantung bayi dalam kandungan.

Sebagian level diagnosis yang dapat dijalankan untuk mendiagnosis TTTS ialah:

  • Tahap I : Perbedaan signifikan dalam volume cairan ketuban di kantung masing-masing bayi dalam kandungan.
  • Tahap II : Ketidakmampuan untuk memperhatikan kandung kemih bayi yang lebih kecil dengan USG.
  • Tahap III : Aliran darah tidak normal melewati tali sentra atau pembuluh bayi dalam kandungan di sekitar jantung
  • Tahap IV : Akumulasi cairan tidak normal dilebih dari satu rongga tubuh, juga diketahui sebagai hidrops. Ini bisa terjadi pada satu atau kedua bayi dalam kandungan.
  • Tahap V : Kematian satu atau kedua bayi dalam kandungan kembar.

Bahaya Twin to Twin Transfusion Syndrome Pada Kandungan

Kecuali membikin volume air ketuban tak normal, bahaya TTTS yakni membikin ukuran bayi dalam kandungan berbeda, mengalami gagal jantung, pembengkakan jaringan lunak, gagal ginjal, sampai menyebabkan kematian bayi dalam kandungan.

Perlu dikenal, sebab pembuluh darah yang mengaitkan peredaran kedua bayi dalam kandungan melintasi plasenta bersama, apabila satu bayi dalam kandungan meninggal, bayi dalam kandungan lainnya menghadapi risiko kematian yang signifikan atau kerusakan organ-organ vital.

Bila bayi dalam kandungan lainnya bertahan, ada risiko sampai 40% dari sebagian format cedera otak. Bila tak lantas menerima penanganan, Twin to Twin Transfusion Syndrome akan menyebabkan bayi dalam kandungan meninggal.

, , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *