Pandemi COVID-19 Menyoroti Pentingnya Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan

Di saat-saat pandemi seperti sekarang, kepentingan asuransi meningkat, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Ketidakpastian membayangi kita di saat pandemi virus korona, ekonomi pun terancam resesi.

Asuransi tentunya banyak pilihan, asuransi jiwa dan kesehatan pun banyak macamnya tergantung yang ditawarkan perusahaan asuransi. Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan asuransi yang paling dasar untuk dimiliki adalah BPJS Kesehatan.

Baca juga:

Sering Disentuh, 3 Permukaan ini Harus Rajin Dibersihkan saat Pandemi

“Paling sedikitnya BPJS Kesehatan anda harus punya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa kalau kita ikut BPJS kita ada Asuransi kesehatan kalau meninggal ada asuransi kematian tapi tidak besar kan,” ujarnya.

Tetapi jika ada uang sisa, bisa juga menambahkan asuransi jiwa. Asuransi jiwa biasa disarankan untuk yang sudah memiliki keluarga, beli lah asuransi jiwa sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Menurut Mike, asuransi jiwa sangatlah membantu keluarga karena dengan adanya asuransi jiwa, disaat nanti meninggal, keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan peninggalan dari klaim asuransi tersebut untuk.

“Kemudian kalau kita tambahin asuransi dengan swasta biasanya dia udah gabung kesehatan dan jiwa. Intinya begini, akan sangat penting dan krusial bagi anda yang punya tanggungan anak anak misalnya atau suami kalau meninggalkan mereka perlu survive untuk kehidupan selanjutnya makanya anda persiapkan warisan,” jelasnya.

Baca juga:

5 Tips Menghindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

Menurut Mike, jika hanya mengandalkan BPJS Kesehatan tidak akan cukup. Dikarenakan ada beberapa tanggungan yang tidak di tutupi oleh BPJS Kesehatan, disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan lainnya.

“Kalau cuma andalin BPJS nggak akan cukup, karena itu perlu lah asuransi jiwa. Asuransi jiwa umumnya dia mengcover risiko terjadinya penyakit kritis kalau anda mau nambahin manfaatnya. Jadi kalaupun dicover BPJS apakah kemudian dicover oleh asuransi swasta ya dua duanya boleh jalan,” jelas Mike.

Biasanya produk asuransi swasta menutupi lebih banyak tanggungan, penyakit kritis akan mendapatkan bantuan jika nasabah tersebut sampai meninggal. Biaya berobat dan menginapnya pun juga bisa di tutupi oleh asuransi.

“Untuk asuransi jiwanya misalnya anda sudah beli yang paket gitu kemudian anda punya penyakit kritis itu tetap dibayarkan santunannya. Kan anda sudah bayar. Kalau kita punya penyakit kritis kan enggak cuma biaya berobat dan rawat inapnya saja saat itu. Recovery-nya juga enggak,” kata Mike.

Final Asuransi jagaincom-01.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *