Pentingnya Menggunakan Masker Saat Olahraga di Luar Rumah

Olahraga yang dilakukan di dalam ruangan dengan sirkulasi udara terbatas a rentan menularkan virus Corona COVID-19.
Salah satu pencegahan paling utama adalah dengan menggunakan masker. Namun perlu diingat, pakai masker saat olahraga juga ada aturannya.

“Masker mengganggu metabolisme tubuh saat intensitas 80-85 persen denyut nadi maksimal. Artinya intensitas tinggi,” jelas dr Anita Suryani, SpKO, seorang praktisi kesehatan olahraga, dalam perbincangan di channel YouTube BNPB.

Dijelaskan dr Anita, secara umum ada 3 kategori intensitas olahraga yakni rendah, sedang, dan tinggi. Secara subjektif, intensitas olahraga bisa dikenali sendiri dengan tanda-tanda sebagai berikut:

Intensitas rendah: masih bisa dilakukan sambil bernyanyi
Intensitas sedang: masih bisa dilakukan sambil bicara tapi sudah tidak bisa bernyanyi
Intensitas tinggi: ngos-ngosan.

Baca juga:

Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah Saat Pandemi

Sedangkan secara objektif, dokter menilai intensitas olahraga berdasarkan persentase denyut nadi maksimal. Pada tiap orang, denyut nadi masksimal berbeda-beda berdasarkan usia.

“Misal aku usianya 30 (tahun). Denyut nadi maksimal aku 220 kurang 30. 190 (beat per minute atau bpm),” jelas dr Anita.

Intensitas sedang, menurut dr Anita, berada pada rentang 60-80 persen denyut nadi maksimal. “Kalau di buku, exact-nya 65-75 persen (denyut nadi maksimal),” tegasnya.

Masker masih aman digunakan jika denyut nadi ada di rentang tersebut. Tapi pada intensitas tinggi, yakni 80-85 persen denyut nadi maksimal, penggunaan masker bisa mengganggu metabolisme.

“Kalau gowes, biasanya pas tanjakan,” kata dr Anita.

Saran dr Anita, sebaiknya berolahraga pada intensitas ringan-sedang agar tetap aman pakai masker dan bermanfaat bagi sistem imun. Olahraga dengan intensitas berat kurang dianjurkan untuk tujuan menjaga kebugaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *