Selain Perokok, Inilah Kelompok Orang Yang Rentan Terkena Virus Corona

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memastikan COVID-19 yang disebabkan virus corona sebagai pandemi. Di Indonesia, pemerintah melewati Badan Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) baru saja memperpanjang masa darurat petaka pandemi virus corona sampai 29 Mei 2020.

Dengan adanya perpanjangan masa darurat petaka, penanganan COVID-19 dibebankan pada dana siap gunakan yang ada di BNPB. Ingat, dengan ditentukannya virus corona sebagai pandemi, dan diperpanjangnya masa darurat petaka, ada satu hal yang wajib kita cermati. Kedua keadaan hal yang demikian sepatutnya membikin kita wajib lebih waspada. Sekali lagi, waspada, bukannya panik.

Pertanyaanya, waspada seperti apa? Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memerangi virus corona. Mulai dari mengadopsi pola hidup sehat, menggunakan social distance, terus mengerjakan social responsibility, menjaga kebersihan tangan, sampai mengenal kabar-kabar yang terkait dengan COVID-19.

Beberapa Kelompok Orang Yang Rentan Tertular Pandemi COVID-19

Nah, berdiskusi kabar tentang COVID-19, telah tahu siapa saja golongan yang rentan terserang virus corona? Berikut ini top targets atau orang-orang yang berisiko terserang virus corona:

1. Perokok Diharuskan Lebih Waspada

Sebagian hari kebelakang, ada desas-desus yang menceritakan asap rokok bisa membunuh virus corona. Katanya komposisi tembakau dan cengkeh ampuh melawan virus misterius ini. Menurut yang perlu ditegaskan, argumen miring hal yang demikian hanyalah informasi angin yang tidak perlu dianggap serius. Singkat kata, rokok tak dapat mencegah penularan atau membunuh virus corona.

Menurut sebaliknya justru berlaku, perokoklah yang rentan terserang virus corona. Apa pasalnya?

Ingat, zat-zat berbisa dalam rokok tidak cuma membikin tubuh gampang terserang penyakit COVID-19, namun juga membikin progres penyembuhan menjadi lebih lama. Gawatnya lagi, zat-zat kimia dalam rokok juga merusak metode kekebalan tubuh. Nah, keadaan inilah yang membikin tubuh rentan terserang virus, termasuk virus corona Wuhan.

Berdasarkan data dari WHO 2019, sekitar 47,6 persen pria Tiongkok ialah perokok. Sementara itu, wanita yang mengisap rokok cuma sebesar 1,8 persen. Berdasarkan studi di atas, wanita juga lazimnya mempunyai respon imun yang lebih kuat ketimbang pria. Itulah sebabnya beberapa besar pengidap COVID-19 di Tiongkok yaitu laki-laki.

2. Pasien Mayoritas Laki-Laki

Data permulaan yang dikumpulkan Sentra Pengaturan dan Pencegahan Penyakit Republik Rakyat Cina, memperlihatkan jika pria lebih rentan kepada infeksi virus corona Wuhan. Pria yang terinfeksi COVID-19, meninggal dua kali lebih kerap kali daripada wanita yang terinfeksi. Kecuali itu, kasus virus corona juga lebih banyak dialami oleh laki-laki. Akan tapi, masih memerlukan studi lebih lanjut untuk membikin ringkasan yang bagus.

3. Lansia Masuk Top Targets

Sentra Pembatasan dan Pencegahan Penyakit Republik Rakyat Tiongkok, sudah merilis data epidemiologi mengenai COVID-19. Data ini meneliti lebih dari 44 ribu kasus COVID-19 di Tiongkok.

Berharap tahu golongan umur yang paling rentan kepada serangan virus korona Wuhan? Berdasarkan riset dari sempurna 44.672 kasus, 73 persen pasiennya berusia di atas 40 tahun. Cuma 2 persen saja yang usianya di bawah 20 tahun. Dengan kata lain, kian tinggi umur seseorang, karenanya risiko terjangkit infeksi virus ini malah kian besar.

Tingkat kematian COVID-19 berhubungan erat dengan umur di atas. Angka kematian paling tinggi terjadi pada golongan lansia (80 tahun ke atas), sekitar 14,8 persen. Meski umur 70–79 tahun sekitar 8 persen, dan 60–69 tahun sebesar 3,6 persen. Lalu, bagaimana dengan umur produktif? Sempurna kematian pada golongan umur 10–39 tahun sekitar 0,2 persen.

4. Pengidap Penyakit Kronis

Kecuali tiga hal di atas, ada lagi golongan lainnya yang rentan kepada virus corona. Berdasarkan studi seseorang yang terinfeksi virus korona, dan mempunyai penyakit kronis lebih berisiko mengalami kematian. Dalam dunia medis, hal ini disebut dengan komorbiditas, merupakan penyakit yang terjadi secara simultan (pada waktu yang berbarengan).

Berdasarkan data pemerintah Tiongkok, pasien infeksi virus COVID-19 dengan penyakit kardiovaskular mempunyai tingkat kematian sekitar 10 persen. Sementara itu, diabetes sebesar 7,3 persen, penyakit saluran pernafasan 6,3 persen, tekanan darah tinggi 6 persen, dan kanker 5,6 persen.

5. Petugas Kesehatan

Terakhir, dokter atau petugas medis di rumah sakit yang merawat pasien COVID-19, juga rentan kepada ancaman virus corona. Kok dapat? Alasannya terang, mereka adalah “pasukan” paling depan dalam menanggulangi pandemi COVID-19. Setiap harinya mereka senantiasa berhadapan dengan pasien-pasien yang terjangkit virus ini. Misalnya di Wuhan, Tiongkok, setidaknya 500 petugas kesehatan positif tertular virus corona.

Nah, telah tahukan kategori yang rentan kepada serangan virus korona. Yuk, pastikan sakitmu bukan sebab virus corona. Kalau mencurigai diri atau member keluarga mengidap infeksi virus corona, atau susah membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan pada dokter.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *