Tips Mencari Asuransi COVID-19 yang Baik

Dengan adanya pandemi COVID-19, banyak orang yang lebih memerhatikan kesehatan mereka. Dengan ini banyak juga yang mulai melihat berapa pentingnyanya asuransi untuk proteksi diri sediri da juga keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tentu saja asuransi sangat penting di masa pandemi tapi masih ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum membeli asuransi. Jangam sampai salah beli asuransi karena tidak memerhatikan hal yang penting dan benar-benar dibutuhkan. Tips pertama datang dari perencana Keuangan Ahmad Gozali, mengatakan hal pertama yang perlu dilakukan adalah menganalisasi risiko dan dampak secara finansial.

“Seberapa mungkin risiko ini bisa terjadi? Secara statistik sebetulnya kecil kemungkinan terjangkit Covid-19 karena di Indonesia terjadi sekitar 300 ribu kasus Covid-19 per 260 juta jumlah penduduk,” kata Gozali, kepada Kontan.co.id, Selasa (13/10).

Baca juga:

Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Anda

Namun ketika informasi penyebaran virus terus berubah dan terdapat orang tanpa gejala (OTG) menjadi pembawa virus (carrier), maka tingkat risiko perlu diukur berdasarkan tingkat aktivitas. Jika sering bertemu dengan orang lain dalam lingkungan pekerjaan, maka risikonya lebih tinggi.

Dari dampak finansial, sakit akibat Covid-19 akan menambah beban biaya pengobatan, biaya penunjang ketika keluarga menjenguk. Belum lagi, kehilangan penghasilan selama masa penyembuhan.

Orang-orang yang memiliki risiko tinggi mungkin lebih memerlukan asuransi COVID-19 ketimbang orang lain. Orang-orang berisiko tinggi seperti pekerja yang harus naik kendaraan umum, bertemu orang banyak di lingkungan pekerjaan, atau perawat dan dokter yang melakukan kontak langsung dengan pasien serta tinggal di zona merah yang rawan penularan Covid-19.

Saat ini, pengobatan Covid-19 memang ditanggung pemerintah sepenuhnya. Walaupun biaya penunjang yang diberikan tidak terlalu besar, namun bagi kalangan profesional dan pelaku usaha yang mengandalkan aktivitas fisik, masa penyembuhan yang lama berisiko menghilangkan mata pencarian mereka.

“Risiko kematian dari Covid-19 juga sebetulnya rendah, namun menjadi sangat tinggi jika ada penyakit penyertaan. Walaupun pandemi bisa dikecualikan dari polis asuransi jiwa, namun sampai saat ini perusahaan asuransi masih mengcover kematian karena Covid-19 karena jumlahnya masih rendah,” jelasnya.

Setelah yakin membeli asuransi Covid-19, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih produk yang memberikan manfaat berupa santunan, baik itu santunan harian maupun santunan sekaligus.

Baca juga:

Ternyata Mengunyah Permen Karet Ada Manfaat Baiknya pada Tubuh Kita

“Bukan manfaat berupa penggantian biaya. Karena percuma, biaya sudah ditanggung pemerintah seluruhnya,” ungkapnya.

Kedua, usahakan untuk membeli asuransi dari perusahaan yang menawarkan prodk asuransi online supaya pelayanan and asemua digital untuk mengurangi kontak dengan orang lain seperti agen asuransi. Tapi jangan lupa untuk pilih perusahaan yang memiliki pelayanan yang baik dalam pelayanan sampai mengurus klaim.

“Bisa melihatnya melalui review secara online, atau komentar di suara konsumen. Ini bisa dijadikan salah satu cara untuk meninjau layanan perusahaan asuransi,” jelasnya.

Kinerja asuransi juga bisa menjadi patokan untuk menentukan kemampuan perusahaan dalam menanggung klaim tapi tidak semua konsumen bisa membacanya.

Sederhananya, bisa dilihat melalui tingkat rasio modal perusahaan (RBC) pada laporan keuangan perusahaan. Jika angkanya di atas 120% maka dikategorikan sehat dan mampu membayarkan klaim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *