Virus Cacar Monyet, Apa Saja Gejala Dan Pencegahannya?

Virus Cacar Monyet (Monkeypox) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox yang dapat terjadi pada hewan tertentu termasuk manusia. Virus Cacar monyet (Monkeypox) ini sering ditemukan di daerah Afrika Barat dan Afrika Tengah. Tetapi, penularan dari manusia ke manusia juga bisa terjadi via kontak dekat dengan sekresi saluran pernafasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, atau obyek yang sudah terkontaminasi cairan tubuh.

Padahal demikian, website Resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menulis bahwa penularan pada manusia ini sangatlah terbatas. Transmisi melewati partikel cairan pernafasan memerlukan kontak antarmuka rentang panjang sehingga penyakit ini lazimnya cuma menular terhadap member keluarga.

Virus Cacar Monyet, Apa Saja Gejala Dan Pencegahannya?

Virus Cacar Monyet, Apa Saja Gejala Dan Pencegahannya? | Info Jagain

Penyakit ini secara lazim mempunyai gejala yang amat mirip dengan cacar, pun secara klinis gejalanya lebih ringan. Gejala diawali Sesudah virus cacar kera masuk ke dalam tubuh seseorang, gejalanya akan muncul antara 4 – 20 hari kemudian (masa inkubasi). Gejalanya sendiri terdiri dari dua fase, ialah:

  1. Fase invasi atau pra-erupsi, terjadi selama 5 hari.
    Gejala pertama yang timbul yaitu demam tinggi dengan temperatur tubuh menempuh 38,5 – 40,5 derajat Celcius. Demam disertai dengan menggigil, peluh dingin, sakit kepala hebat, nyeri punggung, nyeri otot, pembesaran kelenjar getah jernih terlebih di tempat leher dan rahang, serta badan lemas.
  2. Fase erupsi kulit, terjadi 1-3 hari sesudah demam.
    Pada fase ini, timbul ruam kemerahan yang bermula dari wajah kemudian ke segala tubuh. Ruam hal yang demikian kemudian berubah menjadi bintik berisi air (lenting), nanah, dan menjadi koreng (krusta) yang bisa lepas.

Kecuali itu, penderita cacar kera juga bisa natural komplikasi (penyulit) mulai dari infeksi kuman pada luka, infeksi paru (pneumonia), gangguan pernafasan, infeksi mata, kebutaan, sampai radang otak (ensefalitis).

Untuk memutuskan diagnosis penyakit cacar kera tak cuma via gejala klinis saja. Petugas biasanya akan mengambil cairan dari lesi kulit penderitanya lalu mengerjakan serangkaian pemeriksaan di lab untuk menemukan virus cacar kera.

Walaupun penyebarannya relatif pesat, cacar kera biasanya bisa sembuh sendiri (self-limited) layaknya penyakit imbas virus lainnya. Penyembuhannya biasanya membutuhkan waktu 2-4 pekan. Sejauh ini belum ada vaksin yang secara spesifik mencegah infeksi cacar kera. Melainkan, vaksin kepada cacar (smallpox) efektivitasnya menempuh 85 persen untuk mencegah cacar kera.

Penyebaran/Penularan Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

Virus monkeypox yakni penyebab dari cacar monyet (monkeypox). Virus cacar kera menyebar via kontak seketika manusia dengan cairan tubuh, darah, atau kulit dari binatang yang terinfeksi. Binatang yang terinfeksi biasanya yaitu kera, tupai, dan tikus gambia. Dan Juga, penyebaran penyakit virus cacar monyet ini juga bisa saja terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Jika seseorang kontak seketika dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau lendir dari pernafasan penderita infeksi cacar kera, karenanya orang hal yang demikian berpotensi untuk turut terinfeksi. Virus ini juga terdapat dalam droplet (partikel kecil) sehingga dikala penderitanya batuk, bersin, orang-orang di sekitarnya bisa terinfeksi.

Beberapa Kasus Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

  • Wabah AS 2003
    Pada Mei 2003, seorang si kecil kecil jatuh sakit sebab demam dan ruam sesudah digigit anjing padang rumput yang dibeli di sebuah pertemuan pertukaran lokal di dekat Milwaukee, Wisconsin. Secara sempurna, 71 kasus monkeypox dilaporkan sampai 20 Juni 2003. Segala kasus diselidiki ke tikus berjenis Gambia yang diimpor oleh distributor binatang eksotik Texas, dari Accra, Ghana, pada April 2003. Tak ada kematian yang terjadi. Mikroskop elektron dan studi serologis diterapkan untuk mengkonfirmasi bahwa penyakitnya yakni monkeypox manusia.Pasien umumnya mengalami gejala prodromal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, dan peluh berair kuyup. Sekitar sepertiga pasien mengalami batuk tak produktif. Fase prodromal ini ditiru 1–10 hari kemudian oleh perkembangan ruam papula yang umumnya berkembang lewat tahap vesikulasi , pustulasi , umbilikasi., dan pengerasan kulit. Pada sebagian pasien, lesi permulaan sudah menjadi ulserasi. Distribusi dan lesi ruam terjadi di kepala, badan, dan ekstremitas; banyak pasien mempunyai lesi permulaan dan satelit pada telapak tangan, sol, dan ekstremitas. Ruam digeneralisasi pada sebagian pasien. Sesudah timbulnya ruam, pasien lazimnya memanifestasikan lesi ruam dalam beragam tahap. Segala pasien melaporkan kontak lantas atau dekat dengan anjing padang rumput, kemudian ditemukan terinfeksi virus monkeypox.
  • Wabah Nigeria 2017
    Monkeypox dilaporkan sudah menyebar di sekitar tenggara dan selatan Nigeria. Sebagian negara komponen dan pemerintah federal Nigeria ketika ini mencari sistem untuk membendungnya, serta menemukan obat untuk yang terinfeksi. Ini sudah menyebar ke Lagos, Akwa Ibom, Bayelsa, Cross River, Delta, Ekiti, Enugu, Imo, Ibadan, Nasarawa, Niger, Rivers, dan kawasan ibukota federal.
  • Kasus-kasus Kerajaan Inggris tahun 2018s
    Pada bulan September 2018, kasus monkeypox pertama Inggris tercatat. Pasien, warga negara Nigeria, diyakini mengidap monkeypox di Nigeria sebelum melaksanakan perjalanan ke Inggris. Berdasarkan Public Health England , pasien hal yang demikian tinggal di pangkalan angkatan laut di Cornwall sebelum dipindahkan ke unit penyakit menular khusus Rumah Sakit Royal . Orang-orang yang sudah melaksanakan kontak dengan pasien semenjak dia tertular penyakit dihubungi. Kasus kedua dikonfirmasi di kota Blackpool , dengan kasus lebih lanjut dari seorang pekerja medis yang merawat pasien Blackpool.
  • Kasus Singapura 2019
    Pada 8 Mei 2019, seorang lelaki berusia 38 tahun yang bepergian dari Nigeria dirawat di rumah sakit di bangsal isolasi di Sentra Nasional Penyakit Menular di Singapura, sesudah dikonfirmasi sebagai kasus monkeypox pertama di negara itu. Alhasil, 22 orang sudah dikarantina.

Langkah Pencegahan Dari Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

Pencegahan yang paling tepat sasaran yaitu mengurangi kontak antara binatang dan manusia. Usahakan tak memelihara binatang yang bisa terinfeksi cacar kera, seperti binatang-binatang primata. Kalaupun Anda mengerjakan kontak dengan binatang, cucilah tangan menerapkan sabun dan air mengalir. Jangan lupa laporkan terhadap petugas kesehatan, sekiranya Anda menemukan binatang yang memperlihatkan gejala seperti mata basah dan ada luka terbuka di kulit. Untuk mencegahnya, lakukan hal ini supaya tak tertular cacar kera. Dan juga jangan lupa untuk lengkapi diri Kamu dengan Asuransi Kesehatan Terbaik, untuk meminimalisir kemungkinan resiko kerugian.

  1. Hindari kontak lantas dengan binatang yang berasal dari benua Afrika
    Berdasarkan organisasi kesehatan Center of Disease Control and Prevention, sampai sekarang langkah untuk melakukan pencegahan yang dianggap paling tepat untuk melawan cacar kera (Monkeypox) yaitu menghindari kontak lantas dengan binatang dari Afrika, terutamanya yang dicurigai terinfeksi cacar kera
    Mengenai hal ini, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. “Apabila telah terlanjur mengerjakan kontak lantas, orang hal yang demikian mesti dikarantina dan diobservasi ketat selama 30 hari. Setelahnya, sekiranya tak terdapat petunjuk-petunjuk infeksi, orang hal yang demikian baru dibolehkan berkegiatan seperti umum,” sebutnya.
  2. Rajin cuci tangan
    Diinformasikan dari website kesehatan Medicine Net, cuci tangan secara rutin menerapkan sabun dan air hangat yaitu metode yang tepat sasaran untuk mencegah penyebaran penyakit cacar kera. Oleh karena itu, usahakan membiasakan diri Anda untuk mencuci tangan sesudah berkegiatan atau sebelum makan.
  3. Urungkan bepergian ke negara yang sedang mengalami wabah
    Sebisa mungkin, hindari agenda bepergian ke tempat sumber wabah cacar kera seperti negara-negara di Afrika Tengah. Apabila Anda terpaksa mesti pergi, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter menganjurkan untuk konsisten menghindari kontak secara lantas dengan binatang yang bisa menularkan virus cacar kera, seperti tupai dan tikus.

“Bila ada kerabat yang baru saja pulang dari negara hal yang demikian dan mengalami demam 1–2 pekan setelahnya, langsung berikan saran untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat, sehingga bisa ditangani lebih dini seandainya memang tertular cacar kera,” terang dr. Resthie.

Virus Cacar Monyet, Apa Saja Gejala Dan Pencegahannya? | Info Jagain

Wabah cacar kera memang belum terjadi di Indonesia. Melainkan awas, jangan hingga lengah. Biasakan diri untuk mengerjakan berjenis-jenis hal yang dianjurkan di atas, supaya Anda terhindar dari kemungkinan terkena cacar kera. Tidak keok penting, penuhi keperluan gizi harian Anda dengan makanan bergizi supaya tenaga bendung tubuh tak menurun, dan tak gampang terinfeksi virus apa bahkan. (Virus Cacar Monyet, Apa Saja Gejala Dan Pencegahannya?)

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *